Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Waspadai Penyakit HIV AIDS dan Pencegahannya

TetapFit.com – Salah satu penyakit menakutkan yang bisa mengancam kesehatan Anda adalah penyakit HIV AIDS. Penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dengan melemahkannya ini termasuk penyakit mematikan yang sampai sekarang masih belum ditemukan solusi secara pasti untuk penyembuhan penderitanya. Penyakit ini tergolong mematikan karena segala macam virus, bakteri dan jamur penyebab penyakit bisa menjadi ganas dan berakibat fatal di tubuh dengan melemahnya sistem imun. Penyakit HIV AIDS dan pencegahannya sangatlah penting untuk disosialisasikan, terutama pada penduduk dengan resiko tinggi terjangkitnya penyakit menular seksual tersebut.

penyakit hiv aids dan pencegahannya

Pengetahuan mengenai penyakit HIV AIDS dan pencegahannya bukan satu hal yang bersifat menakuti. Tujuan utamanya adalah mengedukasi dan menghimbau agar masyarakat waspada terhadap penyakit ini dan ikut berperan serta dalam mengurangi kemungkinan tertular. Masyarakat yang tinggal dekat dengan wilayah resiko tinggi sangat penting mendapatkan sosialisasi demi mengurangi jumlah penderita yang kian meningkat di Indonesia. Terlebih lagi, penyakit ini untuk beberapa tahun awal terinfeksi bahkan tidak menunjukkan tanda dan gejala yang berarti sehingga penderita dapat lolos dari skrining.

Bentuk Pencegahan Penyakit HIV AIDS

Penyakit HIV AIDS merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus Infection dan Acquired Immunodeficiency Syndrome yang sebagian besar ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh. Cairan tubuh yang dimaksud seperti darah dan air mani. Oleh karena hal ini, penyakit HIV AIDS dan pencegahannya seringkali dikaitkan dengan anjuran untuk tidak berganti-ganti pasangan seksual dan bersikap setia pada satu pasangan. Hal ini pun sampai kini masih terus dikampanyekan oleh sejumlah LSM yang peduli terhadap penderita HIV AIDS untuk mencegah semakin bertambahnya jumlah penderita. Anjuran yang seperti ini masuk akal, terlebih penyakit ini akan lebih mudah terjangkit pada wanita sebagai mana vagina merupakan penampung cairan mani.

Aktifitas berhubungan intim merupakan cara penularan utama dari penyakit ini. Sebagaimana banyaknya tempat prostitusi dan kebiasaan barat yang mulai masuk ke tanah air membuat jumlah penderitanya bertambah dari tahun ke tahun. Anjuran untuk memakai pengamanan yakni kondom saat berhubungan badan dalam sosialisasi penyakit HIV AIDS dan pencegahannya terkadang diabaikan. Sehingga solusi tersebut kurang memberikan pengurangan yang signifikan. Selain itu, kondom-kondom yang dijual murah yang diketahui memiliki kualitas yang kurang baik membuat pemakainya memiliki resiko yang sama tingginya dengan yang tidak memakai.

Larangan untuk tidak melakukan seks bebas dan seks diluar nikah terus-menerus digalakkan oleh pemerintah. Bentuk pencegahan lain adalah dengan tidak sembarangan menggunakan jarum suntik juga terus dihimbaukan ke masyarakat. Dalam upaya memberikan sumbangsih terhadap penyakit HIV AIDS dan pencegahannya, pemerintah bahkan sampai mengadakan bakti sosial dengan membagikan kondom gratis yang berakhir penuh kontroversi hanya untuk mencegah penyakit ini. Usaha-usaha pemerintah dan sejumlah LSM ini tentu saja tidak akan terlaksana sebelum per individu sendiri sadar akan bahaya penyakit ini dan mau bekerja sama untuk mencegahnya.

Upaya yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Penularan HIV AIDS

Hingga kini, penyakit HIV AIDS masih bisa dicegah penularannya secara mandiri dengan mewaspadai tanda dan gejala penyakit ini. Selain itu, bersikap saling setia pada satu pasangan, memakai kondom berkualitas sebagai pengaman, tidak sembarangan menggunakan jarum suntik, dan menjauhi seks bebas adalah salah satu bentuk pencegahannya. Menyikapi penyakit HIV AIDS dan pencegahannya juga dapat ditempuh dengan menghindari alat tindik berkali-kali pakai, tato, dan melakukan pemeriksaan darah rutin untuk orang resiko tinggi. Terdapat juga pencegahan lain, terutama untuk ibu hamil yang positif menderita penyakit ini bisa memilih metode persalinan yang aman agar bayinya tidak tertular penyakit ini.

Loading Facebook Comments ...